Pelaku Penyiksaan Hewan Apakah Bisa Dihukum? Simak A「Sing baccarat method」turannya

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:OnlinegamblingMalaysia

DapatkaSing baccaSing baccarat methodrat methodn infoSing baccarat metSing baccarat methodhodrmasiSing baccarat method, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Viral Video Pria Akan Bunuh Kucing di Sekolah, Baim Wong: Kucing Juga Bernyawa

Davina menjelaskan tindak semacam itu sesungguhnya melanggar undang-undang dan bisa dipidanakan.

Terakhir adalah kasus upaya pembunuhan seekor kucing yang dilakukan oleh seorang pria di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

Kasus ini sempat ramai dibicarakan di media sosial, setelah diunggah oleh salah satu akun Instagram yayasan Natha Satwa Nusantara @nathasatwanusantara beberapa hari yang lalu.

Baca juga: Kronologi Pria Siksa Kucing Liar di Serpong: Injak hingga Lemas lalu Dihentikan Petugas

"Kasus kemarin itu termasuk kriminal umum. Pasal yang digunakan pasal 302 KUHP tentang penganiayaan hewan, ancaman 9 bulan penjara," kata dia kepada Kompas.com, Senin (22/3/2021).

Terkait dengan kejadian ini, CEO Natha Satwa Nusantara Davina Veronica menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh pelaku.

Selain itu, pelaku juga dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. 

KOMPAS.com - Kasus kekerasan terhadap hewan, baik itu hewan domestik maupun hewan liar masih terus ditemukan di Indonesia.

Melalui unggahan Instagram pribadinya @davinaveronica, ia menyebut peri kemanusiaan pelaku telah mati saat ia menginjakkan kakinya di atas kepala kucing itu.

Mengutip Kompas.com (21/3/2021), kucing tersebut diinjak oleh pelaku akibat kesal akan keberadaannya di sekitar tempat kerja pelaku. 

Meskipun ada dasar hukumnya, namun Davina menyebut penerapan di lapangan masih sangat lemah.